PANDUAN PENGGUNASeputar Jarak Antar Elemen
Kalau kamu pernah membaca halaman lalu merasa kehilangan jejak di tengah paragraf, atau bingung mana judul dan mana isi, penyebabnya sering bukan kata-katanya, melainkan jarak antar elemen. Spasi yang terlalu rapat membuat mata sulit memisahkan bagian; spasi yang terlalu longgar membuat alur terputus. Halaman ini membahas pertanyaan yang paling sering muncul soal jarak: berapa idealnya, apa pengaruhnya pada urutan baca, dan bagaimana ia tetap masuk akal di layar kecil maupun saat dicetak.
Jarak paragraf
Spasi antar paragraf membantu mata mengenali di mana satu gagasan selesai dan gagasan berikutnya dimulai, sehingga kamu tidak perlu membaca ulang untuk menemukan batasnya.
Jarak judul dan isi
Judul yang menempel pada isi membuat hierarki kabur. Memberi jarak sedikit lebih besar di antaranya menegaskan bahwa baris tebal itu memang kepala bagian, bukan bagian dari kalimat.
Hal yang perlu diperiksa
- Jarak antar paragraf dijaga agar mata bisa berhenti sejenak sebelum lanjut ke bagian berikutnya.
- Antara judul dan isi diberi ruang cukup supaya hierarki terbaca tanpa perlu menebak.
- Di layar sempit, spasi tidak dipadatkan sampai baris terasa menempel satu sama lain.
Jika masih ada yang belum jelas, tanyakan langsung kepada penyelenggara layanan tujuan sebelum melanjutkan. Informasi pada banner adalah materi promosi; ketentuan tertulis pada layanan tujuan tetap perlu dibaca.